Ternyata mendengarkan Al-Quran Lebih Mencerdasan Bayi dibandingkan
mendengarkan Musik Klasik. Inilah hasil penelitian terakhir yang
dilakukan oleh Dr. Nurhayati dari Malaysia yang mengemukakan hasil
penelitian ini dalam sebuah seminar konseling dan psikoterapi Islam.
Setiap suara atau sumber bunyi memiliki frekuensi dan panjang gelombang
tertentu. Dan ternyata, bacaan Al-Qur’an yang dibaca dengan tartil yang
bagus dan sesuai dengan tajwid memiliki frekuensi dan panjang gelombang
yang mampu mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan
keseimbangan dalam tubuh.
Sedangkan untuk musik klasik sendiri banyak pengamat yang meragukannya. Beberapa peneliti dari University of Vienna, Austria yakni Jakob Pietschnig, Martin Voracek dan Anton K. Formann dalam riset mereka yang diberi judul Mozart Effect mengemukakan kesalahan besar dari hasil penelitian musik yang melegenda ini. Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap tingkat intelegensi seseorang.Mereka membuat riset yang melibatkan 3000 partisipator, hasil penelitiannya adalah tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan inteligensi seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.
Sedangkan untuk musik klasik sendiri banyak pengamat yang meragukannya. Beberapa peneliti dari University of Vienna, Austria yakni Jakob Pietschnig, Martin Voracek dan Anton K. Formann dalam riset mereka yang diberi judul Mozart Effect mengemukakan kesalahan besar dari hasil penelitian musik yang melegenda ini. Pietschnig dan kawan-kawannya mengumpulkan semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap tingkat intelegensi seseorang.Mereka membuat riset yang melibatkan 3000 partisipator, hasil penelitiannya adalah tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan inteligensi seseorang setelah mendengarkan musik Mozart.
Penelitian juga dilakukan oleh Tim dari negara Jerman yang terdiri atas
ilmuwan, psikolog, filsuf, pendidik, dan ahli musik juga mengadakan
penelitian serupa, mereka mengumpulkan berbagai literatur dan fakta
mengenai efek mozart ini. Dan hasil penelitiannya Sangat tidak mungkin
mozart dapat membuat seorang anak menjadi jenius.
Namun karena adanya pengaruh kuat dari kepercayaan orang Barat menegani
kaitanya antara musik klasik dan kecerdasan bayi membuat banyak
masyarakat masih tetap percaya dengan mitos tersebut. Seperti halnya
hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Gordon Shaw, psikolog yang
ertanggung jawab atas penelitian ini menyebutkan bahwasanya mendengarkan
10 menit sonata Mozart sebelum mengambil tes IQ. Menurut , skor IQ
siswa naik sekitar 8 poin akibat dirangsang oleh alunan ajaib musik
Mozart Namun hasil penelitian tersebut semakin diragukan kebenaranya
mengingat semakin banyak profesor dan tim ahli lainya dari berbagai
negara yang juga melakukan penelitian mengenai kaitan antara musik
mozart atau klasik dengan peningkatan otak bayi.
Seperti yang sudah kita ketahui jika perkembangan struktur otak bayi
lebih dipengaruhi; pola diet, gaya hidup dan kondisi emosi ibu hamil.
Sedangkan Efek musik memang bisa menjadi stimulus psikologis emosional
yang baik karena dapat membuat syarat psikologis dan emosional sang ibu
memenuhi syarat untuk menciptakan suasana dan lingkungan rahim yang
kondusif untuk pembangunan dan pertumbuhan otak sang janin.
Namun Stimulan serupa juga bisa didapatkan dari bacaan Al-Quran.
diyakini juga bahwa Al-Quran membawa pengaruh-pengaruh positif lain yang
luar biasa disebabkan oleh sumber Al-Quran yang ilahiah, Selai itu juga
karenaa berdasarkan banyaknya kesaksian orang-orang yang merasakan
pengaruh Al-Quran secara langsung maupun tak langsung. Keyakinan ini
terus diupayakan diteliti sehingga dapat dijelaskan lebih baik dalam
metode ilmiah.
Jika musik klasik disimpulkan dapat mempengaruhi kecerdasan melalui
pengaruh positifnya terhadap stimulan psikologis dengan efektivitas
sebesar 65% maka seharusnya Al-Quran yang adalah alamullah bisa lebih
baik lagi. Al-Qur’an tetaplah obat dan terapi serta stimulan yang
terbaik. Karena Bacaan Al-Qur’an sendiri memiliki efek yang sangat baik
untuk tubuh, seperti; memberikan efek menenangkan, meningkatkan
kreativitas, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan
konsentrasi, menyembuhkan berbagai penyakit, menciptakan suasana damai
dan meredakan ketegangan saraf otak, meredakan kegelisahan, mengatasi
rasa takut, memperkuat kepribadian, meningkatkan kemampuan berbahasa,
dan lain sebagainya. Semoga saja para ibu bisa memberikan pilihan
terbaik bagi sang anak sejak dalam kandungan hingga ia dewasa kelak.
Sumber : http://hiburan.kompasiana.com/televisi/2013/07/24/musik-klasik-vs-al-quran-mana-yang-lebih-mencerdasan-bayi--576191.html
Artikel Terkait : Musik Klasik Bisa Membuat Bayi Cerdas, Benarkah ?